tentang motor listrik
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Motor
listrik merupakan salah satu peralatan pengubah energi listrik menjadi energi
mekanis. Energi mekanis ini dalam penerapannya digunakan sebagai mesin untuk
proses produksi seperti mesin angkat,mesin angkut, mesin peniup, mesin
penghisap, dan mesin penggetar.
Salah
satu motor listrik yang paling banyak digunakan sebagai penggerak adalah motor
3 fasa atau motor induksi 3 fasa, karena kontruksinya lebih sederhana dan
perputarannya relatif lebih konstan dengan perubahan beban dibandingkan dengan
motor listrik jenis lain.
Gangguan-gangguan
yang mungkin terjadi saat motor beroperasi terdiri dari: gangguan arus lebih
yang diakibatkan oleh arus hubung singkat atau kipas pada mesin forced draft fan terhambat karena
terdapat banyak kotoran dan mengakibatkan pergerakan kipas menjadi
berat,sehingga akan mengakibatkan terjadinya beban lebih. Gangguan yang mungkin
terjadi saat motor beroperasi lainnya adalah bocor ketanah yang diakibatkan
oleh kegagalan isolasi pada kerangka motor dan pembebanan yang berlebihan pada
mesin.
Dari penjabaran tersebut, maka penulis mengambil judul
tentang menggulung ulang kumparan pada motor listrik.motor listrik yang
mengalami kerusakan dibagian kumparan stator yaitu pada proses melilit atau
menggulung ulang(rewinding).kumparan
stator yang mengalami kerusakan meliputi proses pembongkaran kumparan stator,
penggulungan kumparan baru, perakitan komponen motor, pengukuran dan pengetesan
motor, sampai dengan motor dinyatakan dalam kondisibaik dan dapat dioperasikan
kembali dengan normal dan aman.
1.2 Tujuan
Paper
Tujuan
yang ingin dicapai penulis dalam penulisan paper ini adalah:
1)
Mengetahui
masalah kerusakan pada motor listrik
2)
Mengetahui
skema kumparan
3)
Mengetahui
cara-cara penggulungan kumparan
1.3 Batasan
Masalah
untuk
mengoptimalkan pembahasan terhadap topik yang diambil yaitu tehnik penggulungan
kumparan.
Adapun
batasan masalah yang diambil yaitu:
1)
Fungsi
plastik isolasi
2)
Masalah-masalah
yang terjadi pada kumparan
3)
Perawatan
pada motor listrik
BAB II
TAHAPAN MENGGULUNG ULANG
KUMPARAN
2.1 Tahap-tahap Menggulung Ulang Kumparan
Tahap untuk
menggulung ulang kumparan pada setiap tipe motor listrik satu fasa bisa sama,
namun bisa juga berbeda,tergantung pada bentuk dan sistem kumparan yang
digunakan. Karena bentuk dan sistem kumparan untuk motor fasa terpisah sama
dengan semua tipe motor kapasitor, semua tahapan untuk menggulung ulang
kumparannya juga sama. Agar mudah dipahami dan juga tidak membingungkan, kita
akan terlebih dahulu membahas tahapan untuk menggulung ulang kumparan untuk
motor fasa terpisah dan motor kapasitor. (gunawan 2013)
Berikut adalah tahapan utama untuk
menggulung ulang kumparan motor fasa terpisah dan motor kapasitor. (gunawan
2013)
1.mengeluarkan stator
2.meneliti dan mencatat skema kumparan
yang asli
3.memasang kertas isolator
4.membuat cetakan
5.membuat mesin penggulung cetakan
6.menggulung kumparan
7.memasukkan kumparan
8.mengerjakan tahapan terakhir untuk
menggulung uang kumparan
2.2 Mengeluarkan
Stator
Tahapan pertama yang harus anda
kerjakan untuk menggulung ulang kumparan motor fasa terpisah dan semua tipe
motor kapasitor adalah mengeluarkan atau melepaskan stator.
Gambar 1. mengeluarkan stator
2.2.1
Peralatan Kerja
Agar
proses untuk menggulung ulang kumparan bisa berjalan dengan baik,kita
membutuhkan peralatan kerja yang baik dan tepat. Perlatan kerja ini berguna
untuk melepaskan stator dari rumah (bodi) motor listrik hingga untuk membuat
cetakan dan mesin penggulung kumparan. Berikut adalah contoh alat-alat kerja
yang paling dibutuhkan:
a) Toolbox dan kunci-kunci yang sesuai
dengan baut-baut yang dipasang pada bodi motor listrik;
b) Palu dan obeng berbagai ukuran;
c) Tang spi(bila diperlukan);
d) Tang atau catut untuk mencabut
kumparan dan mengangkat stator dari rumah stator (bodi);
e) Gergaji dan gunting untuk
memotong,mengerik tembaga, juga untuk membuat berbagai bentuk plastik isolator;
f) Bolpoin dan kertas untuk mencatat
skema asli kumparan;
g) Mikrometer
untuk mengukur diameter tembaga.
2.2.2
Meneliti dan Mencatat Skema Kumparan
Angkat
stator dengan menggunakan tang atau obeng besar dari rumah stator kalau
kumparan terlihat sudah cukup lunak. Kemudian stator didinginkan dengan cara
disiramkan dengan air secukupnya. Supaya kumparan mudah untuk diangkat dari
rumah stator . tetapi, jangan terlalu
lama karena besi stator harus tetap kering saat dipasangi mika atau kertas
isolator. Stator bisa diteliti skema kumparannya kalau sudah dingin. (Gunawan 2013)
2.2.3
Meneliti Skema Kumparan
Berikut adalah beberapa hal yang harus
anda ketahui dan perhatikan saat meneliti skema kumparan:
a)
Sistem
kumparan yang digunakan
b)
Bentuk
kumparan yang digunakan
c)
Kumparan
terpusat
d)
Kumparan
keranjang
e)
Menentukan
kumparan utama dan kumparan bantu
f)
Mencatat
sistem sambungan kumparan
gambar 2. Skema Kumparan
2.2.4
Mengukur Kumparan
Tahap
selanjutnya yang harus dilakukan setelah meneliti skema kumparan adalah
mengukur dan mencatat besar (keliling) setiap kumparan. Hasil pengukuran
kumparan ini sangat dibutuhkan saat kita membuat cetakan kumparan. Berikut dua
hal yang harus diketahui sebelum mengukur kumparan.
1.
Kumparan
utama dan kumparan bantu pada motor listrik tipe dua kutub-kumparan terpusat
terdiri atas dua kelompok kumparan yang letaknya saling berhadapan dengan
bentuk dan ukuran yang sama.perhitungan jumlah kumparan dijadikan sebagai
patokan saat proses pencetakan.
2.
Kumparan
utama dan kumparan bantu pada motor listrik tipe empat kutub-kumparan terpusat
mempunyai empat kelompok kumparan dengan
bentuk dan ukuran yang sama juga.
Ada tiga cara yang bisa digunakan
untuk mengetahui ukuran asli setiap kumparan, yaitu:
1.
Dengan
hanya menebak atau memperkirakan lebar dan panjang setiap kumparan
2.
Mengukur
secara tepat panjang,lebar, dan tebal kumparan
3.
Mengambil
sehelai tembaga dari setiap kumparan
2.2.5 Menghitung
Jumlah Gulungan atau Lilitan
hitung jumlah tembaga pada setiap
kumparan yang sudah diikat dan dikeluarkan dari alur stator dengan teliti,
secara berurutan dari kumparan yang terkecil sampai yang terbesar. Yang pertama
kali hitung bisa kelompok kumparan bantu, atau bisa juga sebaliknya, yaitu
kelompok kumparan utama. Catat semua hasil perhitungan jumlah tembaga ini
dengan teliti, beri tanda untuk setiap ukuran kumparan agar tidak saling
tertukar. (gunawan2013)
contoh catatan perhitunganjumlah
lilitan tembaga pada kumparan(satu kelompok kumparan bantu dan satu kelompok
kumparan utama):
1.
Pada
satu kelompok kumparan bantu:
L1
(jumlah lilitan pada kumparan ke-1/terkecil)=75
L2
(jumlah lilitan pada kumparan terbesar)=80
2.
Pada
satu kelompok kumparan utama:
L1
(jumlah lilitan pada kumparan ke-1/terkecil)=50
L2
(jumlah lilitan pada kumparan ke-2)=54
L3
(jumlah lilitan pada kumparan ke-3)=75
L4 (jumlah
liitan pada kumparan ke-4/terbesar)=80
Hasil catatan jumlah tembaga dan berat
tembaga antara kumparan utama dan kumparan
bantu jangan sampai tertukar(harus ditulis terpisah).
2.3 Mengukur Diameter Tembaga
Semua tembaga untuk menggulung kumparan pada motor
listrik sudah dilapisi dengan bahan isolator atau email dari pabriknya. Oleh
karena itu, agar kita memperoleh ukuran diameter tembaga yang akurat, bahan
isolatornya harus dihilangkan dulu. Untuk menghilangkannya, tembaga bisa
dipanggang(disemprot) dengan api (bisa menggunakan korek gas). Kalau bahan
isolatornya sudah terkelupas,bersihkan permukaan tembaga dengan tangan sampai
bahan isolatornya tersebut benar-benar hilang. (Gunawan 2013)
Sebelum
mulai mengukur, anda harus mengetahui dua alat yang bisa digunakan untuk
mengukur diameter suatu benda, yaitu:
1. Jangka sorong
2. Mikrometer sekrup
1. Jangka sorong
Jangka
sorong ini mempunyai ketelitian sampai 0,1 mm. Akan tetapi,alat ini tidak
cocokuntuk mengukur diameter tembaga. Karena kedua rahangnya akan merusak
permukaan tembaga yang sedang diukur (diimpit) sehingga hasil pengukurannya
sering kurang akurat.
gambar 3 jangka sorong
2. Mikrometer
Mikrometer adalah alat yang tepat untuk
mengukur diameter tembaga karena mempunyai ketelitian (skala terkecil) sampai
0,01 mm.
Agar pengukuran diameter
tembaga ini bisa berhasil, kita harus mengetahui dulu beberapa bagian dan
perbandingan skala pada mikrometer. Berikut adalah beberapa bagian dari
mikrometer yang harus kita ketahui:
1.
Tuas
pengunci untuk besi penekan agar posisi silinder skala tidak berubah.
2.
Dua
besi penekan (penjepit)
a)
besi
penekan yang berada di bagian depan mikrometer,besi penekan ini tidak bergerak
karena menyatu dengan ujung rahang dibagian depan mikrometer.
b)
Besi
penekan yang berada di bagian tengah mikrometer, besi penekan ini dihubungkan
(disatukan) dengan silinder skala yang ada dibagian belakang mikrometer yang
bisa diputar. Saat silinder skala diputar ke kanan, besi penekan akan maju ke
depan (menutup). Saat silinder skala di putar ke kiri, besi penekan akan mundur
ke belakang (membuka).
3.
Dua
silinder skala
a.
Silinder
skala utama, silinder skala utama berukuran lebih kecil dan tidak bergerak (diam)
dengan ukuran skala 0-25 mm.
b.
Silinder
skala yang menyelubungi silinder skala utama, silinder skala ini berukuran
lebih besar dan bisa diputar karena di hubungkan dengan besi penekan yang
berada di bagian tengah mikrometer.
2.3.1 Cara-cara
Menggunakan Mikrometer
Berikut adalah tiga langkah yang harus kita lakukan
untuk menggunakan mikrometer :
1.
Tuas
pengunci di buka (di putar ke kiri) agar siinder skala dapat di putar .
2.
Putarlah silinder skala ke kiri secukupnya
agar besi penekan terbuka (bergerak maju mundur ) .
3.
Kalau
jepitan besi penekan dirasa cukup (pas), putarlah tuas pengunci ke kanan agar silinder tidak berubah (tetap).
gambar 4 Mikrometer Sekrup
BAB III MEMASANG KERTAS ISOLATOR
Dalam bab ini akan dibahas segala persiapan dan langkah kerja
untuk memasang kertas isolator ke dalam alur stator, mulai dari membersihkan
stator, mengetahui berbagai macam bentuk dari kertas isolator, cara untuk
membuat bentuk dari kertas isolator, sampai cara memasukkan kertas isolator.
3.1 Membersihkan
Stator
Sebelum memasang kertas isolator
ke dalam alur, kondisi stator harus bersih. Hal ini untuk menjaga agar kumparan
yang sudah digulung ulang tidak terkena bekas serpihan pernis, kertas isolator,
dan kumparan yang sudah dibongkar. Bekas serpihan itu bisa memperpendek umur
kumparan (cepat terbakar).
Untuk membersihkan alur stator
dari serpihan pernis dan kertas isolator yang tersisa, kita bisa menggunakan
obeng kecil yang panjang atau sikat kawat kecil supaya tidak ada bekas serpihan
yang mengganjal mika untuk alur yang akan dipasang. Bila perlu, semua bagian
dalam stator dibersihkan dengan sikat kawat besar dan diamplas sampai
benar-benar bersih.
gambar 6 motor kapasitor start-run
3.2 Bentuk Kertas
Isolator
Ada beberapa jenis kertas
isolator,tergantung kebutuhan, contoh nya pressphan, mika fim,mika kertas, mika
minyak, dan krempel. Kertas isolator dengan tebal sekitar 0,20 mm sampai 0,25
mmdirasa sudah cukup memadai untuk berbagai macam tipe motor listrik. Akan tetapi,
yang paling baik adalah mengikuti ukuran kertas isolator bekas dari motor
listrik yang sedang dibongkar dan akan digulung uang .
Gambar 7 Mika Isolator
Bentuk
kertas isolator (selanjutnya dalam buku ini ditulis dengan mika) untuk stator
ada tiga macam,yaitu;
1. Mika untuk alur
Mika untuk alur adalah mika yang akan
dipasang pertama kali. Letaknya berada di dalam alur.
2. Mika penghalang
Mika penghalang dipasang diantara
kumparan utama dan kumparan bantu. Mika ini berguna untuk membatasi supaya tidak
ada tembaga dari kumparan utama yang mengenai tembaga dari kumparan bantu.
3. Mika penutup alur
Mika penutup alur berguna untuk
menutup setiap kumparan kalau semua lilitan tembaga nya sudah masuk ke dalam
alur. Sedangkan cara pemasangan nya adalah harus tepat(pas) dibawah bibir alur
dengan lengkungan bagian tengahnya tidak sampai melewati bibir alur agar
kumparan tidak terkena putaran rotor.
3.3 Membuat Bentuk Mika
Setelah stator sudah
bersih, selanjutnya siapkan mika, gunting, penggaris, dan pulpen untuk membuat
bentuk potongan nya . berikut adalah contoh cara membuat mika untuk alur, mika
penghalang, dan mika penutup alur.
1.
cara
membuat mika untuk alur
potong
mika ukuran 4 cm, berbentuk persegi panjang lalu mika plastik siap untuk
dimasukkan ke dalam alur tembaga (lilitan).
2.
Cara
membuat mika penghalang
Panjang
mika penghalang harus sama dengan panjang mika untuk alur yang sudah dilipat
contoh 4,6 cm. Kalau untuk lebar nya, biasanya setengah dari lebar mika untuk
alur atau disesuaikan dengan kebutuhan,jumlah dari mika penghalang yang harus
dibuat sama dengan jumlah mika untuk alur.
3.
Cara
membuat mika penutup alur
Ukuran
panjang, lebar, dan jumlah mika penutup alur sama dengan mika penghalang. Yang
berbeda hanya ketebalannya saja,yaitu mika ini lebih tebal.
3.5 Cara Memasang Mika
Kalau
semua potongan mika untuk alur sudah dilipat kedua ujungnya,mika tersebut bisa
langsung dimasukkan satu persatu kedalam alur. Sedangkan mika penghalang dan
mika penutup alur akan dipasang saat kumparan dimasukkan ke dalam alur stator.
BAB IV
MEMBUAT CETAKAN UNTUK MENGGULUNG TEMBAGA
Cetakan sangat dibutuhkan untuk
menggulung ulang kumparan. Di samping lebih cepat, hasil gulungan (lilitan)
tembaganya akan lebih rapi dari pada penggulungan ulang secara langsung dengan
tangan. Ada beberapa macam bahan yang dapat dipakai untuk membuat cetakan,
contohnya kayu, tripleks ,tieblok, dan bakelit.
Tipe dan bentuk cetakan tergantung
pada model kumparan yang akan digulung ulang. Pada bab ini akan dijelaskan cara
untuk membuat dua tipe cetakan yang bagus dan cocok digunakan untuk menggulung
ulang berbagai macam tipe kumparan pada motor listrik.
4.1 Cetakan Standar
Contoh
atau patokan ukuran keliling kumparan yang paling tepat digunakan untuk membuat
cetakan tipe ini adalah panjang, lebar, dan ketebalan kumparan. Model cetakan
dan cara ini mempunyai kelebihan, yaitu gulungan kumparan yang didapat akan
lebih presisi. Akan tetapi, kegunaan dan pemakaiannya tidak fleksibel karena
hanya daapat digunakan untuk satu tipe motor listrik saja. Jadi, setiap kali
ingin menggulung ulang kumparan motor listrik dengan tipe yang berbeda .
Gambar 4 Alat Cetakan Gulungan Motor
4.2 Cetakan Fleksibel
Untuk memenuhi kebutuhan menggulung
ulang berbagai macam tipe motor listrik yang banyak beredar di pasaran, kita
sangat memerlukan cetakan yang fleksibel, yaitu cetakan yang bisa diatur
(disetel) besarnya . beberapa
keuntungan yang diperoleh kalau anda menggunakan cetakan fleksibel,
diantaranya, adalah
1.)
hanya membutuhkan satu model cetakan saja untuk menggulung ulang berbagai ukuran
kumparan motor listrik (lebih praktis).
2.)
cepat dan gampang untuk mengubah ukuran pada cetakannya, yaitu untuk
menyesuaikan dengan banyaknya ukuran (model) kumparan.
Berikut adalah dua saran yang perlu kita
perhatikan saat membuat cetakan:
1.Cara
membuat cetakan yang sudah dijelaskan di atas hanya untuk motor listrik yang
berdaya maksimum sekitar 200 watt. Perlu kita ketahui bahwa pada umumnya motor
listrik yang berdaya besar mempunyai ukuran kumparan dan diameter tembaga yang
lebih besar juga. Jadi, kalau kita ingin menggulung ulang kumparan untuk tipe motor
listrik yang berdaya besar (200 watt ke atas), kita harus membuat lagi cetakan
dengan ukuran yang lebih besar.
2.Agar
mendapatkan ukuran yang cukup akurat saat membuat perbandingan ukuran setiap
tingkatan pada papan cetakan, lebih baik anda menggunakan contoh ukuran
kumparan yang asli dari satu tipe motor listrik yang paling banyak dijual.
BAB V
MENGGULUNG KUMPARAN
Setelah ukuran cetakan fleksibel sudah
tepat dan terpasang kuat pada pelat penahan, langkah selanjutnya adalah
menggulung (melilit) kumparan. Siapkan tembaga yang baru untuk kumparan utama
dan kumparan bantu. Yang harus kita perhatikan adalah bahwa diameter tembaga
yang baru ini harus sama dengan tembaga dari kumparan asli yang sudah
dibongkar. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kita memulai
menggulung kumparan, yaitu :
1.
Urutan
standar untuk menggulung kumparan yang dijelaskan disini tidak baku. Jadi, yang
terpenting adalah kita harus mengikuti arah urutan kumparan pada skema asli
kumparan yang akan dibongkar (digulung ulang).
2.
Kita
harus teliti saat menghitung jumlah gulungan tembaga untuk setiap kumparan,
yaitu jumlah gulungan tembaga yang dihitung harus sama dengan jumlah gulungan
tembaga yang ada pada catatan.jumlah gulungan tembaga jangan sampai kurang, dan
harus sesuai dengan jumlah gulungan sebelum dibongkar.
Gambar 5 Macam-Macam Ukuran Tembaga
5.1 Menggulung Kumparan Utama
Berikut
adalah beberapa langkah yang harus kita kerjakan ketika menggulung kumparan
utama sesuai dengan urutan standar untuk menggulung kumparan yang sudah di
gambar sebelumnya.
1.
Menggulung
kelompok kumparan utama yang pertama
2.
Menggulung
kelompok kumparan utama yang kedua
3.
Mengikat
setiap kumparan dengan potongan tembaga
4.
Melepaskan
cetakan dari plat penahan
5.
Melepas
semua kumparan dari cetakan
Gambar 5.1 Kumparan Utama
5.2 Menggulung Kumparan Bantu
Cara
untuk menggulung kumparan bantu ini sama dengan cara untuk menggulung kumparan
utama, yaitu dimulai dari penentuan urutan standar untuk menggulung kumparan,
pengikatan setiap kumparan sampai pelepasan kumparan dari cetakan. Sebelum kita
mulai menggulung kumparan bantu , ada dua hal yang harus kita ketahui, yaitu:
1.Biasanya kumparan bantu mempunyai
ukuran yang lebih kecil bila dibandingkan dengan kumparan utama. Oleh karena
itu, besar cetakan yang dibuat (distel) juga akan lebih kecil.
2.Jumlah
kumparan untuk kumparan bantu ada yang sama dengan jumlah kumparan untuk
kumparan utama, namun ada juga yang berbeda.
Gambar 5.2 Kumparan Bantu dan Kumparan Utama
5.3 Memasukkan Kumparan
Sebelum memasukkan kumparan kedalam alur
stator, ada beberapa hal yang harus kita ketahui, yaitu :
1. Saat sistem sambung kumparan yang
asli diteliti, kita harus memerhatikan arah
putaran kumparan supaya kita dapat menentukan letak setiap ujung tembaga yang keluar. Jarak diantara kedua sisi
kumparannya (kumparan yang terkecil), berapa alurnya.
2.Kita harus berhati-hati saat
memasukkan kumparan ke dalam alur stator. Usahakan semua tembaganya tidak
terlalu sering berkontak dengan bibir alur dan badan stator agar lapisan email
tembaganya tetap utuh (tidak tergores).
3.Setiap tembaga yang keluar (yang
akan dijadikan sambungan) harus kita pasangi selongsong asbes atau selongsong
plastik agar setiap tembaga tidak berkontak (short) dengan badan stator.
1.
Saat
memasang mika penutup alur, lengkungan mika jangan melebihi (melewati) bibir
alur karena bentuk mika ini berguna untuk menjaga agar tembaga tidak terkena
atau tergores putaran rotor.
2.
Kalau
semua tembaga sudah masuk kedalam alur, setiap sisi kumparan harus ditutupi
dengan mika penutupn alur, kecuali kalau sisi kumparan utamanya ditimpa atau
ditambahi sisi kumparan bantu ( di dalam satu alur ada dua sisi kumparan ),
sisi kumparan utama harus ditutupi dengan mika penghalang (mika ini ukurannya
lebih tipis dari pada mika penutup alur). Kalau semuan tembaga dari sisi kumparan
bantu sudah masuk, alur baru ditutupi dengan mika penutup alur.
5.4 Memasukkan
Kumparan Utama
Proses
memasukkan kumparan utama ini akan dikerjakan secara bertahap, dimulai dari
memasukkan kelompok kumparan yang pertama sampai kelompok kumparan yang kedua.
Berikut adalah langkah-langkah yang harus dikerjakan untuk dikerjakan untuk
memasukkan kelompok kumparan utama yang pertama.
1.
Menyiapkan
stator dan semua kumparan diatas meja kerja. Siapkan stator yang semua alurnya
sudah kita pasangi mika di atas meja kerja. Lalu tempatkan kumparan yang
pertama di depan stator, sedangkan kumparan yang lainnya disimpan di
belakangnya secara berurutan. Kita siapkan juga semua mika penutup alur,
gunting, dan juga selongsong berdiameter 1 mm dan 4 mm dengan panjang secukup
nya. Selongsong ini berguna untuk melindung setiap ujung tembaga yang keluar
dari kumparan.
5.5 Memasukkan Kumparan Bantu
Setelah semua kumparan utama dirapikan, kita siapkan semua kumparan
bantu yang akan dimasukkan kedalam alur. Secara garis besar, cara untuk
memasukkan bantu ini sama dengan cara untuk memasukkan kumparan utama, yaitu di
mulai dari memasukkan kumparan yang pertama sampai memasukkan semua kumparan
atau dua kelompok kumparan ke dalam alur stator.
5.6 Menyambung Kumparan
Berikut adalah beberapa langkah yang harus
kita kerjakan untuk menyambung kumparan.
1.Memasang mika penghalang
kumparan.
2.Membersihkan lapisan
email tembaga.
3.Menyolder semua
sambungan.
4.Memasang selongsong pada semua sambungan
5.6.1 Mengikat
Kumparan
Pengikatan kumparan sangat berguna agar
bentuk kumparan yang sudah dimasukkan kedalam alur tidak berubah bentuk, lebih
kokoh, dan lebih rapi. Tali yang digunakan untuk mengikat adalah tali nilon
yang dibuat khusus untuk kumparan yang bersifat tahan panas dan kuat.
5.6.2 Memernis Kumparan ( insulation varnish)
Pemernisan berguna untuk melindungi
atau mengisolasi kumparan yang sudah kita ikat dengan tali nilon agar tidak
terjadi hubungan arus pendek. Setelah kumparan yang sudah di rapikan dan di pernis selanjutnya tahapan terkahir
untuk menggulung kumparan , yaitu menyambung dan merangkai kabel listrik dari
stator dengan kapasitor dan colokan kabel listrik sesuai dengan sistem
sambungan yang asli dari motor listrik.
Gambar 5.6 Pernis Isolator Email Tembaga
Komentar
Posting Komentar